Kamis, 05 November 2015

Kesenangan ataupun Kesusahan adalah Ujian

Kadang aku merasa binggung dengan orang yang bisa tega tak mau membantu orang lain, yang jelas jelas orang tersebut masih saudara sendiri, satu ayah dan satu ibu. Tidak ada hati nuranikah kah mereka? Hanya demi sebuah kekayaan mereka rela menyakiti orang yang selama ini turut andil bersusah payah memperjuangkannya. Apakah tidak pernah berfikir jika posisi orang lain suatu saat nanti berbanding terbalik kepada mereka. Saat saudara sendiri ingin bangkit dari keterpurukannya, mengentaskan ketidakberdayaan yang selama ini mengelilinginya seolah merasa takut jika nanti akan menyainginya. Takutkah jika membantu dan orang lain merasa senang?? Atau justru merasakan ada kepuasaan ketika melihat orang lain slalu kesulitan? atau irikah mereka jika melihat orang lain bisa mengenggam kesuksesan?  Toh pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Nya hanya dengan selembar kain putih. Tak ada pertanyaan sebesar apakah rumahmu dengan dihiasi jejeran mobil yang berjumlah berapa?? Tentu tidak bukan, namun hanya akan berjumpa dengan pertanyaan bagaimana amalan-amalan ketika di dunia.

Sungguh miris ketika melihat orang merasa angkuh ketika meraih kesenangan tanpa berfikir darimana asal usul kesenangan tersebut.  Lupakah mereka?? Hanya Dia yang Maha Tau bagaimana hati setiap hambaNya. Namun sungguh amat disayangkan melihat mereka yang pada kenyataannya paham benar mengenai agama melupakan jika kita hidup tidak hanya berhubungan dengan Yang Maha Kuasa saja, tetapi berhubungan dengan sesama dan lingkungan. Lebih mengutamakan kepuasaan atas materi untuk memenuhi kesenangannya daripada membantu saudara yang benar-benar membutuhkan.Sungguh amat menyedihkan.....

ketika kita mengemis-ngemis bantuan orang lain namun penolakanlah yang diterima, bukan Allah tidak suka dengan kita tetapi justru Dia menyayangi kita dengan memberikan rasa sakit dan kesulitan agar kita berjuang keras dan lebih menghargai proses menuju kesuksesan tersebut, dan pada saat  meraihnya, tidak menjadi orang yang sombong, lebih bisa menghargai orang yang berada di bawah saat berada di atas. Maka dibalik itu semua beruntunglah kita daripada orang-orang yang tidak pernah merasakan sakit, sulit, susah... karena senang ataupun susah adalah ujian....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar