7 bulan sudah aku mengarungi hidupku ini dengan status "ISTRI". Bukan aku tidak bahagia justru aku merasa sangat bahagia ternyata sesorang yang slama ini aku cintai pada akhirnya menikahiku dan memberikan seluruh hatinya untukku. Namun perasaan cemas menggelayuti hatiku dikarenakan sampai sekarang aku belum juga hamil. Setiap kali mendengar teman yang baru-baru menikah sudah hamil perasaan cemas ini semakin menjadi-jadi, suamikupun kadang menjadi pelampiasaanku, marah atau sedih. entahlah perasaan itu bercampur aduk. Bahkan aku dengan tidak secara langsung menyalahkan suamiku karena belum hamil, yaaa karena kami jarak jauh dan itu yang membuat kami jarang bertemu. Dengan sabar suamiku menasehati, namun aku yang dasarnya keras justru menbantah nasehat-nasehatnya, tidak jarang suamiku menjadi marah. Aku tak menyalahkan suamiku yang demikian karena memang ini adalah salahku. Melihat orang lain kenapa dengan mudahnya bisa langsung hamil meskipun usia pernikahannya belum ada satu bulan. Pikiran macam-macam pun tidak jarang muncul dalam benakku, sehingga aku sering ngotot kepada suamiku untuk diantarkan ke dokter. Pernah aku memaksa suamiku untuk mengantarkanku ke dokter kandungan ternama di kotaku. Seperti pada umumnya dokter, disana harus mendaftar dan mengantri dulu. Nomer antriankupun dipanggil, saat ditanya sudah berapa lama menikah akupun mejawab 4 bulan (aku pergi kedokter saat usia pernikahanku 4 bulan). Dokternya justru menertawakan kami, karena usia pernikahan kami baru seumur jagung sudah buru-buru memiliki anak. Dokter menyarankan kami ikut program hamil namun gagal, mungkin karena aku terlalu kelelahan karena harus pergi ke kota perantauan suami.
Banyak sekali yang menasehatiku agar tidak terlalu berharap dan menginginkannya karena akan berdampak pada psikis yang justru membuat susah untuk hamil. "gak usah buru-buru mbak belum ada satu tahun nikmati dululah waktu kalian untuk berdua kemana-mana bebas, nanti kalo sudah ada anak susah lhoo mau berduaan sama suami bahkan mungkin malah gak bisa", ini adalah sepenggal nasehat-nasehat temanku. Tetapi susah untukku melakukan itu karena perasaan ingin semakin kuat mencekram hasratku. Sampai kadang aku lupa jika "ANAK" adalah titipan yang Maha Kuasa dan karena campur tanganNya semua itu bisa terjadi. yaaaa aku melupakan itu.... Tetapi beruntungnya aku, aku bertemu dengan seorang teman, dia menyarankan kepadaku agar aku lebih mendekatkan diri kepada Nya. Memasrahkan semuanya kepadaNya.
Seiring berjalannya waktu aku merasakan ketenangan setelah mengikuti saran temanku. Aku mulai berfikir yang luas tentang hidup ini dan tentang titipanNya. Keinginan ingin segera memiliki anak mulai berkurang namun masih muncul sekali dua kali. Kini aku mulai berfikir positif, mungkin Allah sedang memberikan waktu agar kami masih bisa bersenang-senang berdua, pacaran, jalan-jalan berdua agar semakin kuat rasa saling menyayangi dan saling membutuhkan satu sama lain. Dan Allah tahu jika dia memberikan anak untuk sekarang justru akan membebankan kami karena kondisi suami yang masih mempunyai tanggungan untuk keluarganya. Allah sedang mempersiapkam titipanNya kepada kami sebaik mungkin dan memberikannya diwaktu yang tepat. Membiarkan Dialah yang mengatur ini semua karena Dia jauh lebih mengetahui.. Aminnnn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar