Jumat, 06 November 2015

Skenario Tuhan yang Indah

Aku sibuk mengutak-atik HP jadulku menyibukkan diri karena merasakan kebosanan hubunganku dengan seorang laki-laki. Yah bosan karena aku tidak sanggup lagi menjalani hubungan jarak jauh yang membuat kami setahun sekali bertemu karena dia harus menjalankan tugasnya demi negara, yah dia seorang tentara. Aku ingin lepas namun masih ada perasaan menganjal untuk melepaskannya. Aku pun mulai mencati-cari seorang teman baru melalui facebook. Akhirnya ku temukan satu akun yang bernamakan Arief Rachman Seal. Aku mencoba membuka profilnya yang seorang tentara juga dan membuka foto-fotonya.. "hhhmmmm lumayan", gumamku dalam hati. Tanpa berpikir panjang aku menambahkan teman dengan harapan akan segera diterima sehingga bisa saling berkenalan. Sayang, lama ku tunggu tidak ada respon. Akhirnya aku melupakan toh tidak kenal juga tidak rugi tidak di ACC.

Aku ingat waktu itu bulan April 2012, aku menjalani hari-hariku seperti pada umumnya mahasiswa, yahh waktu itu aku masih kuliah masih berpenampilan ala kadarnya karena uang saku selalu pas-pasan untuk bisa merubah diri jadi fashionable. Aku salah satu tipe orang yang aktif di facebook tanpa aku lewatkan sehari tanpa membukanya. Kulihat ada pemeritahuan di dinding facebook tanpa disangka sebuah akun menerima permintaan pertemanan ku, yang tidak lain adalah akun yang aku tambahkan beberapa hari yang lalu. Tanpa berpikir aku langsung melancarkan aksiku, memang menurut beberapa teman aku ini pintar kalau mengeebet cowok. Namun biarpun seperti itu aku tetap menjunjung tinggi kehormatanku sebagai seorang perempuan. Kutuliskan ucapan terimakasih di dinding facebooknya, selang beberapa menit dia membalasnya sampai pada akhirnya kita berbasa basi saling menyapa dan berkenalan dan terakhir dia meminta nomer HP ku. Fix, akhirnya aku mempunyai teman baru. "Step pertama sukses" kataku dalam hati. Obrolan kami berpindah melalui sms hingga akupun melupakan hubunganku dengan laki-laki yang jauh di pulau orang. Akhirnya seorang laki-laki yang berstatus pacarku merasa bosan juga, dengan berat hati ia memutuskan untuk berpisah , tanpa pikir panjang aku mengiyakan karena aku sendiri juga sudah tidak bisa bertahan. Aku resmi menjadi jomblo dan bebas untuk berteman dengan siapapun termasuk dengan teman maya ku yang aku panggil Kak Arif.

Sebelum aku melancarkan aksi berikutnya, aku mulai mencari tau bagaimana sosok seorang kak Arif. Ku buka, kulihat dan kubaca tulisan-tulisannya di dinding facebook, aku langsung bisa menyimpulkan, "ternyata dia termasuk cowok playboy", pikirku, ku barengi dengan senyum "tapi jangan sebut aku Ika kalo aku tidak bisa menjinakkan", ungkapan sombong yang menggelayuti isi hatiku. Kulanjutkan hari-hariku dengan aktifitas sms dengan kak Arif, "dialah yang aku cari", pikiran bodoh dan terburu-buru untuk memutuskan.

Karena sebagai seorang tentara yang bertugas di kota surabaya, jika ada waktu libur sesekali pulang ke kota kami, yaa kota magelang. Seperti dengan laki-laki pada umumnya, dia mengajak ketemuan agar pertemanan kami bukanlah sebatas di dunia maya saja, aku setujui permintaannya. Tak butuh waktu lama untuk menuju tempat janjian yaahh di alun-alun kota magelang disanalah tempat pertama kali aku bertemu dan melihat sosok sebenarnya dari kak Arif. Biarpun aku pintar mengambil hati teman laki-laki, aku termasuk penakut jika bertemu dengan laki-laki yang belum benar-benar aku kenal karena pikiranku terlalu berfantasi dengan hal-hal kriminal. Akupun mengajak seorang teman untuk menemani. Setelah berbincang-bincang panjang lebar dan gak penting hanya untuk menunjukkan jika aku seorang yang asyik demi aksi selanjutnya. Kami pun memutuskan pulang dan mengakhiri pertemuan pertama kali. Dalam perjalanan pulang kerumah aku meminta pendapat temanku mengenai kak Arif. "dia dewasa, baik, hhmmm lumayan ganteng", kata temanku yang semakin memantapkan aku untuk mendekatinya lebih lagi. Hari berikutnya karena masih libur, kak Arif mengajakku bertemu hanya sekedar jalan-jalan, aku menyetujuinya dengan syarat aku mengajak seorang teman. Namun dia menolaknya. Akupun tidak mau kalah akal, aku beralasan untuk mengenalkan temanku karena sebelumnya dia pernah bercerita sedang mencari pacar. Tetapi jawabannya mengejutkan, dia sudah mempunyai pacar di surabaya. Mendengar jawabannya aku kecewa karena ternyata ditengah-tengah pertemanan kami dia juga mendekati perempuan lain dan tidak bercerita denganku. Hati kecilku tidak mau menyerah akhirnya aku menyetujui untuk jalan-jalan berdua. Karena dasarnya penakut, pikiran-pikiran tentang kriminal menderu otakku, "jangan-jangan dia punya niat gak baik nanti aku diculik,diperkosa, dimutilasi lalu motorku dibawa kabur", oh tidak akhirnya aku meminta teman-temanku untuk standby siap-siap meluncur jika hal-hal buruk terjadi. Memang ini pikiran-pikiran gila tetapi demi keselamatan aku harus memegang teguh. Setelah jalan-jalan kerumah hantu, makan, ngobrol-ngobrol akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Dari pertemuan yang kedua aku menyimpulkan dia beda dari laki-laki lain yang selama ini pernah aku temui. Dia bukan tipe laki-laki yang memuji-muji perempuan. Karena dia sudah punya pacar aku memutuskan untuk berteman biasa saja dan tinggal mengikuti arus.

Mungkin Tuhan sudah menakdirkan, tiba-tiba tak butuh waktu lama dia bercerita bahwa pacarnya memutuskan berpisah karena tidak kuat jika ditinggal layar, yaah karena kak Arif ini memang Angkatan Laut sebagai pelaut jadi mau gak mau harus berlayar berbulan-bulan. Perasaan senang pun menguatkanku karena ada peluang. Kami lebih semakin dekat dan aksi-aksiku menjadi cewek asyik mulai kuluncurkan lagi. Hingga akhirnya dia mengajakku bertemu karena dia sedang libur. Aku iyakan ajakannya, kali ini kami bertemu di halte depan Armada karena aku kebetulan sedang mngisi libur kuliahku dengan bekerja. Pertemuan singkat ini tetapi mngesankan, kenapa tidak? dia adalah satu-satunya laki-laki yang menolakku ketika aku mengajukan sebuah permintaan. Memang sepele karena aku hanya meminta mencari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Dari penolaknnya aku semakin tertantang untuk bisa membuatnya jatuh hati denganku.

Akupun selalu memancing-mancing dia agar merasa cemburu, namun selalu ditanggapi biasa saja dan harus kulakukan berkali-kali agar di respon. Tapi memang dia tidak pernah menaruh hati akupun tidak mau putus asa. Keinginan ku semakin kuat untuk bisa membuatnya berkata "mau gak kamu jadi pacarku?". Tepat Tanggal 30 Agustus 2012 setelah beberapa bulan kami berteman, aku bercerita bahwa ada mantan pacarku yang mengajak menjalin hubungan lagi denganku, tetapi aku binggung karena tidak yakin jika dia tidak akan mengulangi kesalahan yang dulu. Kak Arif menyarankan untuk menolaknya dan memberikan alasan bahwa aku sudah punya pacar. Aku masih beralasan jika aku sudah berpisah dengan pacarku dan dia tau karena mencari tau dari teman dekatku. Tidak aku pikir ucapan kak arif selanjutnya membuatku tercenggang dan agak kecewa "ya sudah kalo begitu aku saja yang jadi pacar kamu" . Aku tidak langsung menanggapi karena menurutku konyol aku diminta jadi pacarnya hanya lewat sms seolah dia sama sekali tidak serius. Tetapi dalam hati bergumam  "kena kan kamu". Akhirnya aku meminta waktu untuk berfikir dulu namun tanggapannya sangat mengecewakannya lagi karena dia tidak akan meminta kedua kalinya. Aku binggung kalau langsung aku iyakan takut dia mengecapku perempuan murahan tetapi jika tidak diterima ini kesempatanku karena inilah yang aku tunggu2. Tanggal 31 Agustus 2012, dengan kecewa aku menjawab iya karena aku tidak yakin dia akan serius seperti yang lain yang berani ingin langsung melamarku. Dia hanya menganggap aku selingan daripada tidak punya pacar. Hingga akhirnya aku memasrahkan kepada Tuhan, jika dia berniat memainkanku dan menyakitiku itu urusan dia dengan Tuhan namun aku tulus dengan dia tidak ada perasaan ingin menyakitinya. Aku memegang teguh semua itu.

Waktupun berjalan, aku hanya mengikuti arus mau seperti apa dan dibawa kemana hubungan ini, aku hanya mengikuti saja.  Dan tidak ada bantahan-bantahan ketika aku mendapat perlakuan2 yang mnegecewakan seperti merubah diriku yang sebenarnya, karena aku tidak tahu kenapa aku begitu menginginkannya, menghormatinya, dan menyayanginya sehingga apa yang aku lakukan dulu dengan pacarku yang masih suka lirik sana sini tidak pernah kulakukan semenjak aku menjalin hubungan dengan kak Arif. Menurutku dia laki-laki sempurna yang selama ini hanya bermain di imajinasi ku saja. Dan aku merasa menjadi perempuan beruntung ketika aku berjalan disampingnya. Walaupun aku merasa dia belum serius denganku dan masih mencari-cari perempuan lain yang jauh lebih baik dari aku. Tetapi aku mengabaikannya dan mempercayainya saja. Apalagi kami jarak jauh namun bagiku ini mudah karena sebelumnya aku sudah pernah mengalaminya, dengan kak Arif jika tidak sibuk dia bisa pulang sebulan sekali paling lama kami tidak bertemu 3 bulan karena dia harus berlayar.

Proses demi proses kami lewati tidak mudah untuk membuat kak Arif mantap memilihku. Aku harus meyakinkan berulang-ulang untuk membuat keputusan. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk serius dan mengajakku bertunangan, yahh tepat dihari uang tahunku 23 Desember 2013 dia menghadiahkan kado spesial yaitu bertunangan disaksikan keluarga besar kami. Akhirnya satu tiket melangkah serius kini kudapati dari Kak Arif.

Bukan semakin baik-baik saja hubungan kami malah justru semakin ada masalah yang muncul. Dia mulai mengatur dan memprotectku, segala sesuatu harus atas persetujuannnya, tetapi aku merasa senang karena dia telah berubah tidak seperti sebelumnya, dia menunjukkan jika aku ini berharga untuknya. Saat aku mendapati dia belum terbuka denganku mengenai akun facebook nya, dia tidak pernah membiarkanku membukanya sementara dia bebas membuka tutup facebook ku dengan alasan tidak suka dengan caraku berteman dengan banyak laki-laki. Begitu penasarannya aku mencoba membuka facebooknya dengan mengcopy alamat email yang tertera di profilnya dan mengira-mengira passwordnya. Beberapa kali gagal, aku tetap tidak mau menyerah hingga akhirnya aku berhasil membuka dengan mengira-ngira password yang tepat. Kubaca satu persatu ternyata banyak sekali yang dia sembunyikan selama berpacaran, berkenalan dan merayu perempuan-perempuan lain. bahkan berhubungan dengan mantannya lagi. Luluh lantah hatiku tetapi aku mencoba berfikir positif ketika aku melihat tanggal setelah kami bertunangan tidak ada aktivitas apapun dengan perempuan-perempuan lain adapun itu hanya say hello saja. Namun tetap saja membuatku ragu untuk melanjutkan hubungan ini. Aku berpikir kembali hubungan ini bukanlah hubungan yang main-main jika aku menyerah bukan hanya aku saja yang malu tetapi keluarga besar kami. Aku kembali pasrah mengikuti takdir Nya.

Satu setengah tahun dalam ikatan bertunangan kami memutuskun untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, yaa menikah... Dalam perjalanan menuju gerbang hidup baru, keseriusan kami benar-benar diuji,  segala sesuatu yang kami pikirkan tidak pernah sefaham dan seprinsip. Tidak jarang beradu mulut untuk memepertahankan keinginan masing-masing. Namun dia selalu mengalah mengikuti mauku. Benar-benar tidak mudah karena aku hampir menyerah dan berfikir seribu kali untuk melanjutkkan tapi "CINTA" yang menguatkan kami untuk tetap bertahan dan membutuhkan satu sama lain.

Tepat tanggal 26 April 2015 dimana hari bahagia kami justru membuatku ingin marah, karena mahar yang dia buat dan harganya tidak murah sama sekali tidak bisa diabadikan, namun dengan besar hati aku harus mengabaikannya. Tepat pukul 07.00 WIB dia mengucapkan dengan lantang "Saya terima nikah dan kawinnya Ika Mulyaningsih binti ......... dengan mas kawin......... dibayar tunai!!! SAH!!!" setelah 2 kali akhirnya para saksi mengesahkan. Sejak saat itu aku resmi menyandang status istri dan kak arif resmi menyandang status suami. Perasaan bahagia lega menyelimuti hati kami terlebih aku melihat wajah laki-laki yang sudah sah menjadi suamiku terlihat bahagia sekali.

Dari Perjalanan yang kami lalui aku belajar tentang kesabaran, kesabaran untuk mendapatkan sesuatu dan menyerahkan kepada Tuhan karena Dia sudah mengatur dengan sebaik mungkin dan memberikan tepat pada waktunya. Sebagai hambaNya hanya bisa berdoa dan berusaha. Skenario Tuhan benar-benar indah pada waktunya. Terimakasih Tuhan telah memberikanku suami yang bertanggung jawab dan selalu berusaha membahagiakan istrinya, Dan terimakasih suamiku untuk cinta, keikhlasan menerima aku dengan kekuranganku dan kesabaran dalam membimbing aku.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar